Qs. Al-insan :1-2
"Bukankah telah datang atas manusia satu waktu dari masa, sedang dia ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut?".
"Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat".
Dari tiada menjadi ada...setetes mani, segumpal darah, segumpal daging terbungkus tulang benulang! Manusia, begitulah RabbMu menyempurnakan proses penciptaanmu, membaguskan rupamu, memfungsikan penglihatan,pendengaran dan kalbumu, hingga engkau terlahir dari seorang bayi yang mungil,tumbuh sebagai remaja, beranjak dewasa dan semakin mengenal dunia....
Ingatlah bahwa kita tiada tanpa yang mengadakan, kita tak berfungsi tanpa ada yang memfungsikan, tak sempurna tanpa ada yang menyempurnakan. Saat kita arungi dunia dengan kesombongan, sekehendak hati dan keinginan,Ingatlah bahwa keberadaan kita di dunia dari ketiadaan, keberadaan kita bukan atas kuasa kita, kehendak kita, kemampuan kita, TAPI: ATAS KEHENDAK YANG MENGADAKAN.
Disini ada kehendak dari dzat yang mengadakan kita,Yang Maha ada dan kekal adanya, tak kan fana. Dialah yang kan tetap ada,saat semua tak ada lagi, Dialah yang kan tetap eksis saat semua kembali pada ketiadaan. Semua selain Ia akan fana:Kita, dunia dan semua perhiasannya, Dialah Allah Azza wajala.
Dia yang menciptakan satu makhluk yang kan menjadi pemisah antara kita dengan dunia beserta isinya, bahkan pemisah dengan raganya sendiri...ia adalah:KEMATIAN.
Dengan kematian kita kembali pada ketiadaan dan hanya jiwa kita yang kan menghadap!
Setlah itu, kita kan di 'ADA' kan kembali di Alam yang berbeda, :alam keabadian (baqa);kampung akhirat. Disinilah segala cita, asa,kebahagiaan, cinta dan kesenangan yang abadi dan tak berakhir. Sedang dunia adalah ladang tuk menuainya. (tujuan akhirat, red).
Satu pesan aja yang kan kusampaikan, mari kita sama-sama ubah pandangan kita terhadap dunia,yaitu jalan bukan tujuan! jangan sia-siakan kehidupan dunia untuk kesuksesan dan tujuan disana!jangan korbankan cita-cita akhiratmu dengan kelalaianmu di dunia tanpa tahu tugas hidupmu dan kehendak yang meng ADA kanmu. Kerahkan semua potensi kita tuk trus menambah ladang ibadah, karena itulah kehendak dari yang menciptakan dan meng'ADA'kan kita.Semoga kita kan kembali dengan jiwa yang tunduk dan minimal berislam (menyerahkan diri).amiin...
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komentar Anda Tulis disini :